Dua studi besar dari Inggris yang diterbitkan pada awal 2025 mengguncang keyakinan lama bahwa “minum alkohol secukupnya baik untuk jantung dan otak.” Faktanya, tidak ada batas aman untuk konsumsi alkohol jika tujuannya adalah melindungi kesehatan otak—bahkan 1–3 gelas per minggu pun dapat meningkatkan risiko demensia. Lebih mengejutkan lagi, obat yang sering diresepkan untuk mengatasi kecemasan pada pasien demensia—risperidone—juga terbukti meningkatkan risiko stroke hingga 28%.
Temuan ini, yang dipublikasikan di The BMJ (British Medical Journal) dan The British Journal of Psychiatry, memberikan peringatan keras bagi masyarakat dan tenaga medis: “moderasi” alkohol mungkin mitos berbahaya, dan pengobatan demensia harus dipantau dengan ekstrem hati-hati.
Studi 1: Tidak Ada “Dosis Aman” Alkohol untuk Otak
Penelitian pertama menganalisis data dari 560.000 orang dewasa di Inggris dan Amerika Serikat selama periode tindak lanjut rata-rata 12 tahun. Dari jumlah tersebut, 14.000 orang didiagnosis demensia.
Hasilnya mengejutkan:
-Peminum “ringan” (kurang dari 7 minuman/minggu) masih memiliki risiko lebih tinggi dibanding non-peminum
-Menambah hanya 1–3 minuman per minggu (misalnya, dari 2 ke 5 gelas) → risiko demensia naik 16%, risiko kematian dini naik 15%
-Peminum berat (>40 minuman/minggu) → risiko demensia 41% lebih tinggi
-Pecandu alkohol → risiko melonjak hingga 51%
Lebih penting lagi, analisis genetik mendalam menunjukkan bahwa tidak ada efek perlindungan neurologis dari konsumsi alkohol rendah—bertentangan dengan klaim lama bahwa “segelas anggur merah sehari baik untuk otak.”
“Otak tidak punya ‘dosis aman’ untuk alkohol. Setiap tetes menambah beban oksidatif dan peradangan,” kata Dr. Helen Richards, ahli neuroepidemiologi dari University of Oxford, yang tidak terlibat dalam studi ini.
Menariknya, peneliti juga menemukan bahwa banyak orang mulai mengurangi alkohol 2–3 tahun sebelum diagnosis demensia—mungkin karena gejala kognitif awal membuat mereka kehilangan minat minum. Ini bisa menjadi tanda peringatan dini bagi keluarga dan dokter.
Studi 2: Obat Demensia Risperidone Tingkatkan Risiko Stroke
Studi kedua, yang melibatkan 165.000 pasien demensia di Inggris, fokus pada risperidone—antipsikotik atipikal yang sering diresepkan untuk mengatasi agresi, kecemasan parah, dan halusinasi pada penderita demensia.
Temuan utama:
-Pengguna risperidone memiliki risiko stroke 28% lebih tinggi dibanding pasien demensia yang tidak mengonsumsinya
-222 dari 1.000 pengguna mengalami stroke selama masa pengamatan
-94,1 per 1.000 memiliki riwayat penyakit kardiovaskular—angka jauh di atas rata-rata populasi umum
Padahal, sekitar 50% pasien demensia mengalami gangguan perilaku berat yang memerlukan intervensi farmakologis. Namun, risperidone tidak memiliki alternatif yang sepenuhnya aman, sehingga dokter dihadapkan pada dilema: mengobati gejala atau menghindari risiko stroke.
“Kami tidak bisa mengabaikan penderitaan pasien, tapi kami juga tidak bisa mengabaikan data,” kata Prof. Alan Morris, psikiater geriatrik dari King’s College London.
“Solusinya: gunakan dosis terendah, durasi terpendek, dan pantau tekanan darah, irama jantung, dan tanda stroke setiap minggu.”
Rekomendasi Ahli 2025
Berdasarkan kedua studi ini, para ahli merekomendasikan:
Untuk Pencegahan Demensia:
-Hindari alkohol sepenuhnya, terutama jika ada riwayat keluarga demensia
-Fokus pada pola makan Mediterania, olahraga aerobik, dan manajemen stres
-Lakukan skrining kognitif tahunan mulai usia 50
Untuk Pengobatan Demensia:
-Gunakan risperidone hanya sebagai pilihan terakhir
-Pertimbangkan terapi non-farmakologis dulu: musik, seni, terapi okupasi
Jika harus menggunakan antipsikotik, pantau ketat tanda stroke: mati rasa wajah, bicara pelo, kelemahan lengan.
Pesan Utama
“Kesehatan otak dimulai dari pilihan sehari-hari—termasuk apa yang tidak Anda minum,” tambah Dr. Richards.
“Dan ketika pengobatan diperlukan, manfaat harus selalu melebihi risiko—bukan sebaliknya.”

Posting Komentar untuk " Minum Sedikit Alkohol Saja Bisa Picu Demensia? Studi Inggris Ungkap Fakta Mengejutkan + Obat Demensia Tingkatkan Risiko Stroke!"